Skip to main content

Dewey Kucing Perpustakaan Kota Kecil yang Membuat Dunia Jatuh Hati

Cerita yang disajikan dalam buku yang akan dibahas kali ini akan menggambarkan bahwa hewan juga adalah makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki perasaan, kesetiaan, dan kasih sayang.

Cerita Dewey diangkat dari kisah nyata, cerita tentang seekor kucing kecil yang terlantar dan dibuang namun akhirnya kucing kecil ini menjadi icon dari Perpustakaan Umum Spencer, Iowa, Amerika Serikat,  dan menjadi kesayangan seluruh pengunjung perpustakaan.

Kisah ini berawal dari seseorang tak dikenal yang dengan sengaja membuang seekor kucing kecil di Drop Box pengembalian koleksi Perpustakaan Umum Spencer, Iowa. Kucing kecil ini ditemukan keesokan harinya oleh Vicki Myron, Direktur Perpustakaan. Melihat kondisinya yang kecil, kelaparan, dan kedinginan, Myron pun memutuskan untuk menjadi “orang tua” angkatnya. Kucing kecil itu pun diberi nama Dewey, sesuai dengan nama sistem klasifikasi perpustakaan, Dewey Decimal Classification (DDC).

Hanya dalam waktu 1 minggu, Dewey berhasil mencuri hati dan menaklukkan semua staf perpustakaan, bahkan seluruh penduduk Iowa. Cerita tentang Dewey telah tersebar di seluruh kota, bahkan banyak media yang memuat cerita tentang kucing kecil ini. Dewey pun saat itu telah menjadi “Koleksi Istimewa” Perpustakaan Umum Iowa. Dan sejak kehadiran Dewey, perpustakaan umum iowa menjadi semakin terkenal dan banyak dikunjungi.

Dewey, secara alami mengajarkan kasih sayang kepada semua pengunjung perpustakaan, dalam buku ini juga diceritakan adanya beberapa orang yang awalnya tidak suka kucing dan tidak setuju dengan adanya kucing di perpustakaan, namun tidak butuh waktu lama, mereka yang tidak setuju dengan kehadiran Dewey ternyata bisa menjadi sangat akrab dengan Dewey.

Deskrispi Buku

Dewey : Kucing Perpustakaan Kecil

Penulis : Vicky Myron dan Bret Witter

Tahun Terbit : 2009

Jumlah Halaman : 400 halaman

Penerbit : Serambi Ilmu Semesta

Lokasi Buku : Lantai 10 Perpustakaan Universitas Dinamika.

Kucing, Perpustakaan, Dinamika

Comments

Popular posts from this blog

Stock Opname di Perpustakaan Universitas Dinamika

  Perpustakaan Universitas Dinamika telah menggelar kegiatan stok opname mulai tanggal 01 Maret hingga 13 Maret 2024 sebagai bagian dari upaya rutin untuk memastikan keakuratan inventarisasi dan peningkatan kualitas layanan kepada pengguna.  Semua petugas perpustakaan yang melakukan stok opname melakukan penghitungan dan verifikasi keseluruhan koleksi perpustakaan, termasuk buku, jurnal, majalah, dan software. Setiap item dikaji secara individual untuk memastikan keberadaan, keutuhan, dan ketersediaan sesuai dengan catatan inventaris yang ada di Oracle Database . Proses stok opname ini dilakukan dengan memanfaatkan teknologi terkini dan sistem manajemen perpustakaan yang canggih guna mempercepat dan meningkatkan akurasi penghitungan. Pendekatan yang berbasis teknologi juga memungkinkan identifikasi lebih cepat terhadap perbedaan atau ketidaksesuaian data, sehingga tindakan korektif dapat segera dilakukan. Selama periode pelaksanaan stok opname, aktivitas yang dapat dilayani h...

3 Hal Menarik di Perpustakaan Universitas Dinamika

Perpustakaan Universitas Dinamika adalah perpustakaan perguruan tinggi yang berlokasi di Jl. Raya Kedung Baruk No. 98 Surabaya. Menempati 3 lantai, yaitu di Lantai 8, Lantai 9 dan Lantai 10 dan berada di gedung utama Universitas Dinamika .  Hallo semuanya, Aksara Undika kali ini akan membahas tentang beberapa area dan fasilitas menarik dan menjadi favorit pemustaka yang ada di Perpustakaan Universitas Dinamika . Mau tau apa saja area menarik itu? Yuuk simak pembahasan berikut 😊 1. Study Carrel   Study Carrel merupakan salah satu fasilitas bagi pemustaka yang disediakan di area baca pada semua lantai perpustakaan. Fasilitas ini selain menyediakan meja baca yang bersekat dan kursi baca, pada setiap meja juga disediakan stop kontak. Study Carrel ini disediakan untuk kalian pemustaka yang membutuhkan waktu untuk belajar sendiri, butuh merenung sendiri, dan tidak ingin diganggu hal lain.  Kami sangat paham kalo kalian pasti tidak bisa jauh dari perangkat elektornik kalian k...

LOOKING FOR ALASKA

Kita tak pernah harus putus asa, sebab kita takkan pernah rusak tanpa dapat diperbaiki. Kita mengira kita tak terkalahkan karena memang demikian adanya. Kita tak bisa dilahirkan dan kita tak bisa mati. Seperti semua energi, kita hanya bisa mengubah bentuk, ukuran dan wujud. Mereka akan melupakan itu saat tua nanti. Mereka menjadi takut akan kehilangan dan kegagalan. Tapi bagian diri kita yang lebih besar dibandingkan jumlah bagian-bagian kita tak bisa berawal dan tak bisa berakhir, maka takkan bisa gagal. (hlm. 278) "Looking for Alaska" adalah novel coming-of-age karya John Green yang menceritakan tentang Miles Halter, seorang remaja yang bosan dengan hidupnya dan ingin menemukan sesuatu yang lebih signifikan. Ia memutuskan untuk pindah ke sekolah internasional untuk mengejar mimpinya dan akhirnya bertemu dengan Alaska Young, seorang perempuan misterius yang membawanya pada petualangan emosional dan intelektual. Dalam buku ini, John Green menyelipkan beberapa kalimat favorit,...